ADI - IRENE - GIAN - GIBRAL

Selasa, 21 Mei 2013

Hasil Mobile Complaint

HASIL ANALISIS MOBILE COMPLAINT ATAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA KUPANG
OLEH PIAR NTT

 
BAB I

1.     Pendahuluan
Penyelenggaraan Mobile Complain dilakukan di Kota Kupang. Secara garis besar, kegiatan-kegiatan dalam program ini bermaksud untuk memberikan pemahaman kepada warga maupun kelompok warga terkait dengan pelayanan publik, membuka ruang pengaduan warga dan kelompok warga atas pelayanan publik serta melakukan advokasi bersama kepada penyelenggara pelayanan publik.
Dalam pelaksanaan program dan kegiatan ini, PIAR NTT akan bersinergi dengan pemerintah daerah Kota Kupang, Ombudsman RI Perwakilan NTT-NTB, dan stakeholder lainnya. Program ini fokus pada bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perizinan yang ada di Kota Kupang, tetapi tidak tertutup bagi bidang layanan publik lainnya.
Mobile Complain atau pengaduan keliling merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan respon masyarakat atas pelaksanaan Pelayanan Publik di Kota Kupang. Respon masyarakat atas pelaksanaan Pelaksanaan Pelayanan Publik bukan merupakan suatu upaya mencari SALAH dan BENAR tetapi merupakan alat untuk mendorong Pelayanan Publik yang adil dan berkualitas. Pengaduan keliling di Kota Kupang dilakukan sejak Desember 2012 hingga Januari 2013.

2.     Tujuan
Tujuan program ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat (L/P) dalam mengisi ruang-ruang partisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkontribusi pada integritas dan akuntabilitas pelayanan publik. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, program ini telah disusun menjadi dua intervensi utama:
a.     Kampanye Penyadaran Publik, yakni mendorong dan memperkuat kesadaran masyarakat tentang hak-hak dasar mereka untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik disekitar mereka. Sekaligus memberikan informasi dan mendidik masyarakat tentang adanya ruang-ruang partisipasi dan pentingnya peran mereka dalam membangun akuntabilitas di penyelenggaraan pelayanan publik.
b.     Meningkatkan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat dan komunitas dampingan untuk pemantauan dan partisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berfokus pada pengembangan dan penguatan kapasitas kelompok warga masyarakat maupun komunitas dampingan yang sudah terbentuk dalam mempraktikan budaya akuntabilitas melalui pemanfaatan ruang-ruang partisipasi (monitoring dan evaluasi) dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sasaran program ini akan langsung didapat oleh masyarakat umum sebagai penerima layanan atas penyelenggaraan pelayanan publik dan kepada pemerintah daerah dan pemberi layanan/ penyedia jasa akan mendapatkan manfaat karena mereka akan memiliki kapasitas lebih baik untuk memberikan pelayanan publik yang lebih responsif dan akuntabel. Dan juga akan sangat berguna bagi kelompok sasaran untuk memahami akuntabilitas pelayanan publik melalui hak utk berpartisipasi dan mencoba menerapkannya melalui pengaduan/ mobile complain serta pemantauan dan evaluasi terhadap unit-unit layanan. Pemerintah   daerah dan unit layanan sendiri akan mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan masukan-masukan yang membangun dari masyarakat untuk perbaikan layanan pelayanan publik

3.     Lokasi Kegiatan
Kegiatan Mobile Complain ini dilaksanakan :
a.     Komunitas Dampingan :
1.     Forum Ikatan Keluarga Besar Pluralis ( IKBP ).
2.     Forum Peduli Aspirasi Rakyat ( F-PAR).
3.     Aliansi Remaja Independent Indonesia ( ARII).
4.     Himpunan Kelompok Serabutan Oebobo ( HKSO).
5.     Komunitas Pasar Kuanino ( KPK )
6.     Forum Warga Pedagang Karya Ampera ( FWP- Karya Ampera).
7.     Aliansi Fatukoa (ALFA ).
8.     Ikatan Keluarga Bello Membangun ( IKBM )
9.     Forum Persatuan Naioni Mandiri ( FPNM ).
10.          Forum Pemuda Oemaman ( FPO ).
11.          Forum Peduli Masyarakat Fatubesi (FPMF)
12.          Forum Pemuda RW 1 Namosain ( FPRW1 )
b.     Masyarakat Umum/ Tempat Keramaian.
·  Taman Nostalgia, dilakukan pada tanggal 19 Desember 2012, pukul 16.00-18.00. Proses Mobile Complain ini berlangsung menarik karena antusias masyarakat dalam pengaduan cukup baik. Dari proses mobile selama 2 jam ini terdapat 51 orang pengadu yang terdiri dari 34 laki-laki dan 17 perempuan.
·    Halte Urip Sumohardjo. Dilakukan pada tanggal 20 Desember 2012 Jam 12.00- 13.00. Proses mobile complain berlangsung baik. Jadi dari hasil mobile hanya mendapatkan 14 pengadu, laki-laki 5 orang dan perempuan 9 orang.
·        Pasar Kuanino. Dari hasil kampanye tersebut banyak antusias dari warga masyarakat khususnya yang berada di area pasar kuanino. Hasil pengaduan di pasar kuanino sebanyak 41 pengaduan. Di tempat ini dilakukan pada tanggal 12 Januari 2013.
·       Pasar Inpres Naikoten ( Pasar Kasih ). Di pasar inpres naikoten sebanyak 59 pengaduan. Di pasar ini dilakukan sebanyak dua kali, yang pertama pada tanggal 10 Januari 2013 dan yang kedua pada tanggal 12 januari 2013.
·        Tedis Kupang/Terminal Lama ada sebanyak 57 pengadu, Laki-laki 20 orang, P: 37 orang. Dilakukan pada tanggal 9 Januari 2013.
c.      Responden
Responden pada pelaksanaan mobile complain secara lengkap bisa dilihat pada table dibawah ini :
Jumlah pengaduan yang diterima sebanyak 410 pengadu. Dengan jumlah pengadu perempuan sebanyak 168 orang atau 41% dan jumlah pengadu laki-laki sebanyak 242 orang atau 59%.
  •  JUMLAH RESPONDEN (PENGADU ) BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Jenis Kelamin
Jumlah
P
Perempuan
168
L
Laki-laki
242

Total
410
  • JUMLAH RESPONDEN (PENGADU) BERDASARKAN KELOMPOK UMUR
 
 
4. Waktu PelaksanaanMobile complain dilaksanakan selama 3 minggu. Dimulai dari 19 Desember 2012 – 12 Januari 2013.

5.  Metodologi
Pengaduan keliling ini menggunaka pendekatan; membuka ruang public bagi masyarakat untuk memberikan pengaduan dan membuka Posko-posko pengaduan pada komunitas warga yang didampingi. Berkaitan dengan ruang public, dipilih secara sengaja pada tempat-tempat keramaian yang merupakan tempat kumpulnya masyarakat. Sedangkan Posko-posko pengaduan berada pada setiap titik kelompok warga yang didampingi sehingga masyarakat disekitar posko dapat memberikan complain atas layanan public yang dirasa tidak adil.

6.  Entry Data
Entry data menggunakan format Excel yang dibuat oleh Yappika. Pengentrian data dilakukan pada tanggal 9 Januari sampai dengan tanggal 14 Januari. Jadi prosesnya selama seminggu. Hasil yang dicapai sebanyak 410 pengadu. Dengan jumlah pengadu perempuan sebanyak 168 orang dan jumlah pengadu laki-laki sebanyak 242 orang.




BAB II
PEMBAHASAN HASIL

A. Identitas Pengadu.
Jumlah pengaduan yang diterima sebanyak 410 pengadu. Dengan jumlah pengadu perempuan sebanyak 168 orang dan pengadu laki-laki sebanyak 242 orang. 

  • JUMLAH RESPONDEN (PENGADU ) BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Jenis Kelamin
Jumlah
P
Perempuan
168 atau 41 %
L
Laki-laki
242 atau 59 %

Total
410

          Dilihat dari tabel diatas ternyata laki-laki lebih mendominasi dalam memberikan pengaduan yakni 59 %, sedangkan perempuan cenderung lebih mengadu ke bidang layanan kesehatan 41 %. Hal ini membuktikan bahwa kelompok perempuan rentan terhadap kualitas pelayanan khususnya di bidang kesehatan. Sehingga perempuan harus lebih didorong untuk lebih banyak terlibat aktif dalam ruang-ruang partisipasi masyarakat.

Berdasarkan grafik diatas, dapat dijelaskan bahwa pada kelompok umur usia 17- 26 tahun memiliki presentasi lebih tinggi dibandingan dengan kelompok umur lainnya. Karena pada usia ini merupakan usia produktif yang intens berhubungan dengan persoalan yang terjadi dilingkungan masyarakat, lebih sadar dan lebih berani dalam menyampaikan pengaduan tentang pelayanan publik yang terjadi di wilayah kota kupang. Hal ini dilihat bahwa pada usia ini mereka masih memiliki waktu luang yang relatif banyak( masa usia sekolah dan mahasiswa ). Usia ini secara aktif dan pasif lebih banyak menerima informasi sehingga pada saat yang terjadi tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. 
 
 
 
Berdasarkan pada table crosstab diatas, terlihat bahwa pelayanan di Sektor Lainnya yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat, sementara pelayanan kesehatan berada di urutan kedua.  Ternyata pada Sektor Lainnya yang mereka keluhkan yaitu seperti PDAM/ air bersih, warga tidak merasa puas dengan pelayanan air bersih, dimana pihak PAM hanya menjalankan air 1(satu) kali dalam seminggu. Pemerintah tidak pernah serius menangani keluhan dari masyarakat, pemerintah hanya mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan warga masyarakat. Masalah pengurusan sertifikat tanah juga sangat rumit urusannya. Banyak sekali syarat administrasi yang harus dilengkapi dan terkadang prosedurnya dibuat kabur. Cenderung petugas akan memperlancar urusan jika ada uang tambahan. Masalah sampah, Infrastruktur seperti jalan raya yang rusak dan berlubang. Serta kebersihan pasar dan penataannya yang belum terlalu baik dll.
            Sedangkan untuk tiga isu khusus dalam program yang dijalankan, ada Sektor Kesehatan yang juga banyak dikeluhan seperti Pelayanan di Rumah Sakit W.Z Yohanes Kupang lebih banyak disoroti oleh masyarakat karena pelayanan yang kurang baik, Petugasnya acuh dalam menangani pasien, khususnya pasien yang ekonominya lemah. Biaya pengobatannya mahal tetapi pelayanannya tidak memuaskan, fasilitasnya tidak lengkap dan petugasnya juga tidak ramah dalam melayani pasien.

Untuk Sektor Pendidikan, masyarakat lebih mengeluh pada biaya pendidikan yang terlalu mahal. Fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Masih ada pungutan biaya pada saat pengambilan ijasah di sekolah-sekolah tertentu dan pungutan lainnya yang masih banyak dibebankan oleh siswa-siswi. 

Sedangkan Pelayanan Perizinan merupakan jenis pelayanan yang paling rendah dikeluhkan dari tiga dua utama. Ini disebabkan karena belum begitu penting karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap produk pelayanan perizinan yang baik. dan jenis pelayanan ini juga tidak banyak diakses oleh masyarakat umum.

Jenis Keluhan
 
 
Dilihat dari jenis kelamin terhadap keluhan pelayanan yang paling banyak dikeluhkan yaitu pada fasilitas-fasilitas publik yang tidak begitu lengkap dan banyak yang sangat memprihatinkan. Data diatas menunjukan bahwa standar pelayanan dari unit pemberi layanan belum dilaksanakan secara maksimal. Masih banyak fasilitas- fasilitas yang perlu dibenahi oleh pemerintah daerah dengan SKPD terkait sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan publik dengan baik.
 
 Upaya Mengatasi Keluhan
 
Dari data yang masuk dari pengadu dapat dikategorikan upaya masyarakat dalam mengatasi keluhan dapat terbagi menjadi :
1.     Melaporkan kepada unit layanan/pimpinan dari unit layanan terkait.
2.     Mengikuti Alur dari petugas
3.     Tidak  tahu mengadu ke mana.
4.     Melakukan protes langsung terhadap petugas.
5.     Menerima kondisi tersebut atau pasrah.
6.     Tidak melakukan apapun ( diam ).

Melihat kondisi atas upaya penyelesaian keluhan ini menunjukan bahwa kapasitas masyarakat terhadap keberadaan UU Pelayanan Publik sangat lemah karena kurangnya sosialisasi. Masyarakat juga tidak selalu mengakses informasi publik terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Penyelenggara layanan atau pemberi layanan belum memiliki standar pelayanan yang baik dan tidak maksimal dalam menjalankannya.

Harapan Pengadu
Ada begitu banyak harapan dari masyarakat yang bisa menjadi masukan untuk penyelenggara layanan agar terselenggaranya pelayanan publik, antara lain :
1.     Penyelenggara layanan harus lebih responsif dan peka terhadap keluhan masyarakat serta tidak membedakan pelayanan kepada masyarakat dari strata social dan ekonomi.
2.     Perbaikan sikap petugas agar lebih ramah dalam pelayanan, bila perlu diberikan sosialisasi tentang cara melayani sesama agar masyarakat merasa lebih nyaman. Melayani dengan hati.
3.     Harus ada standar baku tentang waktu pelayanan serta biaya pelayanan, jika memungkinkan digratiskan.
4.     Pemerintah lebih tegas dalam menerapkan sanksi bagi petugas unit layanan yang bermasalah atau melanggar aturan.
5.     Pemerintah lebih banyak membuka ruang-ruang publik bagi masyarakat agar pemerintah dapat mengetahui kesulitan dan permasalahn yang dialami oleh warga masyarakatnya.
6.     Adanya informasi terbuka yang disampaikan kepada masyarakat terkait prosedur pelayanan. Agar masyarakat tidak dipersulit dan pelaksanaannya tidak berbelit-belit.
7.     Masyarakat perlu dilibatkan dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat. Agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap kerja pemerintah. Terhadap persoalan yang masyarakat alami.
 
 
BAB III
          Kesimpulan
Dari hasil Mobile Complain dapat disimpulkan bahwa :
Ø Kelompok laki-laki lebih mendominasi dalam memberikan pengaduan.Perempuan cenderung lebih mengadu ke bidang layanan kesehatan.
Ø Kelompok perempuan rentan terhadap kualitas pelayanan khususnya di bidang kesehatan. Sehingga perempuan harus lebih didorong untuk lebih banyak terlibat aktif dalam ruang-ruang partisipasi masyarakat.
Ø Dilihat dari kelompok dapat dijelaskan bahwa pada kelompok umur usia 17- 26 tahun memiliki presentasi lebih tinggi dibandingan dengan kelompok umur lainnya. Karena pada usia ini merupakan usia produktif yang intens berhubungan dengan persoalan yang terjadi disekitar mereka.
Ø Terlihat bahwa pelayanan di Sektor Lainnya yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat, diikuti oleh pelayanan kesehatan pendidikan dan perizinan.
Ø Keluhan pelayanan yang paling banyak dikeluhkan yaitu pada fasilitas-fasilitas publik. Diikuti dengan sikap petugas, faktor biaya dan ketidakjelasan prosedur pelayanan. Perlu dibenahi oleh pemerintah daerah dengan SKPD terkait sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan publik dengan baik.
      
          Rekomendasi
1.  Standdar pelayanan pada setiap lembaga pemberi layanan belum ada, untuk itu perlu dibuat dan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Ruang ekspresi public yang buat oleh Pemerintah Kota Kupang perlu dikembangkan pada level kecamatan dan ada konsentrasi pada bidang-bidang tertentu.
 
Posko-posko pengaduan yang ada di komunitas warga dilihat sebagai bentuk partisipasi warga dalam mendorong pelayanan public sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah.***

TRANLATE:


Kamus Orisinil:


Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace yahoo Favorites More

Berlangganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner